Secara bahasa printer
adalah perangkat keras (hardware) atau alat cetak yang terhubung pada media
komputer yang berfungsi sebagai alat output untuk menampilkan data berupa
cetakan. Namun seiring dengan perkembangan tekhnologi sekarang banyak printer
yang tidak harus terhubung dengan komputer dalam penggunaanya. Karena sudah
banyak jenis printer yang sudah bisa mencetak data melalui smartphone tanpa
menggunakan kabel cukup menggunakan koneksi wi-fi. Ada juga sebagian printer
yang sudah menyediakan port usb yang bisa langsung digunakan untuk mencetak
data dari flashdisk.
SEJARAH SINGKAT PRINTER
Sejarah penemuan printer diawali dari Terobosan besar yang datang sekitar tahun 1440 oleh Johannes Gutenberg. Gutenberg adalah seorang pengusaha dari Mainz Jerman.
Gutenberg menciptakan
sebuah metode pengecoran potongan-potongan huruf di atas campuran logam yang
terbuat dari timah. Potongan-potongan ini dapat ditekankan ke atas halaman
berteks untuk percetakan. Metode penemuan pencetakan oleh Gutenberg secara
keseluruhan bergantung kepada beberapa elemennya di atas penggabungan beberapa
teknologi dari Asia Timur seperti kertas, pencetakan dari balok kayu dan
mungkin pencetakan yang dapat dipindahkan, ciptaan Bi Shen, ditambah dengan permintaan yang
meningkat dari masyarakat Eropa untuk pengurangan harga buku-buku yang terbuat
dari kertas. Metode pengetikan ini bertahan selama sekitar 500 tahun.
Berikut ilustrasi mesin cetak pertama yang ditemukan oleh Johannes Gutenberg:
|
|
Seiring dengan waktu
tekhnologi printer terus dikembangkan menyesuaikan kebutuhan pengguna pada masa
nya. Pasca perang dunia II Pada awal tahun 1950-an, di Eropa terjadi
perkembangan budaya yang sangat pesat yang membuat kebutuhan akan proses
produksi dokumen tulisan yang cepat dan murah. Pada masa ini lah inovasi
inovasi terbaru dalam dunia percetakan mulai dikembangkan. Dimulai dari IBM
yang memperkenalkan printer dot matrix pertama. lalu di tahun 1984 printer ink
jet untuk pertama kali dikenalkan dan diproduksi dalam skala besar pada tahun
1990 an.
· Sejarah perkembangan mesin printer Dot Matrix
Pada tahun 1957, IBM
mengeluarkan printer dengan nama Dot Matrix. Printer Dot Matrix merupakan
sebuah printer yang menggunakan pita sebagai alat percetakannya. Cara
kerjanya mirip dengan mesin ketik, di mana ada pita yang dipukul-pukul. Namun
pada printer dot matrix, pita ini dipukul-pukul oleh dot matrix. Dot matrix itu
sendiri adalah sebuah array dua dimensi dari kumpulan dot-dot yang dapat
membentuk huruf, simbol, dan gambar.
printer ini adalah
printer yang sangat mudah diketahui dan terkenal dengan suaranya yang cukup
keras. Cetakan yang dihasilkan oleh printer ini adalah titik-titik yang
berhubungan satu sama lain. Printer Dot Matrix hanya memiliki
satu cartridge saja dengan warna hitam dan warna lainnya.
pada tahun 1970-1990
printer dot matrix merupakan printer yang paling dapat diandalkan dari segi
hasil dan harganya. Pada tahun 1990 mulai muncul printer dot matrix yang
mendukung koneksi ke komputer menggunakan port USB.
Walaupun saat ini
tekhnologi printer semakin canggih namun printer jenis dot matrix ini masih
eksis dipasaran dan masih terus diproduksi. Printer jenis ini masih banyak
digunakan oleh instansi dan perkantoran seperti bank, kantor notaris dan semua
bidang yang masih menggunakan cetakan kertas Continues Form, kwitansi dan
sejenisnya
·
Sejarah perkembangan mesin printer inkjet
Printer ink jet adalah printer yang mencetak dengan cara menyemprotkan tetesan-tetesan kecil tinta ke kertas. Printer dengan sistem ink jet pertama kali diperkenalkan pada tahun 1984. Dan pada tahun 1990 printer mulai diproduksi secara besar-besaran yang dimotori oleh pabrikan elektronik seperti Epson, Hewlett-Packard, dan Canon.
Saat ini metode
cartridge diperlukan untuk mencetak baik hitam putih ataupun gambar dan photo
warna. Perkembangan ink cartridge patut dibanggakan, karena kemampuannya
menghasilkan cetakan di atas kertas yang berbeda jenis dan
ukuran. Hingga kini penggunaan printer dengan sistem ini termasuk
yang paling banyak dikalangan masayarakat. Selain faktor penggunaan yang lebih
mudah sistem tinta yang lebih ekonomis juga menjadi pilihan tersendiri bagi
user. Printer jenis ink jet juga terus mengalami perkembangan. Ada yang sudah
dilengkapi dengan sistem infus sehingga memudahkan user dalam mengontrol tinta
dan melakukan pengisian. Dan sebagian dari jenis printer ini juga ada yang
sudah dilengkapi dengan fitur scan dan copy.
·
Sejarah perkembangan mesin printer
laserjet
Printer laserjet atau sering disebut dengan printer laser merupakan jenis printer yang menggunakan laser / photoreceptor pada proses pencetakannya. Printer jenis ini memiliki kemiripan dengan mesin fotocopy. Cara kerjanya dengan Menyinarkan laser pada sejenis drum untuk membuat pola gambar yang akan dicetak. Lalu drum itu berputar melalui toner ( sejenis tinta untuk laserjet tetapi berupa bubuk dan tidak cair ) dan bagian pada drum yang berlistrik mengambil toner. Lalu dengan kombinasi antara tekanan dan panas. tinta di drum itu dipindahkan ke atas kertas.
Pada tahun 1953, printer dengan kecepatan tinggi pertama kali di kembangkan oleh Remington-Rand yang digunakan di UNIVAC computer. Pada tahun 1938, Chester Carlson memperkenalkan proses cetak basah yang disebut electrophotography yang kemudian hari dinamakan Xerox, yang kemudian berkembang menjadi penemuan teknologi printer laser. Printer laser yang sesungguhnya dinamakan EARS yang dikembangkan di Xerox Palo Alto Research Center, di mulai tahun 1969 dan selesai pada bulan November tahun 1971. tenaga ahli Xerox, Gary Starkweather mengadopsi teknologi copy Xerox menjadi printer laser.
Xerox 9700 adalah produk
printer laser pertama Xerox dengan teknologi xerographic laser yang di realase
tahun 1977. IBM sendiri memulai teknologi ini dengan IBM 3800 yang dipasang
pertama pada kantor pusat akunting di F.W.Woolworth’s North American data
Center di Milwaukee, Winconsin tahun 1976. IBM 3800 adalah industri pertama
system printer kecepatan tinggi. Mengkombinasikan teknologi laser dan
electrophotography. Tahun 1992, Hewlett-Packard memperkenalkan LaseJet 4 yang
terkenal, menggunakan resolusi 600 x 600 dot per inch(dpi).
Karena keunggulanya yang dapat melakukan proses print dengan cepat dan hasil yang tajam serta hemat biaya tinta printer ini banyak digunakan pada usaha fotocopy, percetakan dan perkantoran. Seiring dengan kemajuan printer jenis ini juga ada yang telah dilengkapi dengan fitur scan dan copy sama hal nya seperti jenis inkjet.
Masih ada banyak jenis printer yang terus dikembangkan seiring kebutuhan dan kemajuan tekhnologi hingga saat ini produk printer yang dipasarkan menyesuaikan kebutuhan user. Mulai dari dikembangkan sistem printer yang menggunakan infus, dilengkapi dengan fitur scan copy, menggunakan koneksi wifi sebagai media penghubung dengan pc atau smartphone hingga printer jenis portable yang bisa dibawa kemana-mana.
Teknologi Printer Di era Modern
Printer 3D / 3 Dimensi
3D printing atau Printer 3D adalah merupakan salah
satu bagian dari Additive
Manufacturing. Mesin 3D printer merupakan alat untuk membuat benda tiga
dimensi dari file digital. Penciptaan objek cetak 3D dicapai menggunakan proses
aditif.
Dalam proses
pembuatan secara aditif, sebuah objek dibuat dengan meletakkan lapisan tipis
secara berurutan sampai objek terbentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan.
Masing-masing lapisan ini dapat dilihat sebagai potongan melintang horizontal
yang diiris tipis tipis dari objek yang akhirnya membentuk suatu benda 3
dimensi.
Proses 3D printing
adalah kebalikan dari manufaktur subtraktif yang biasanya dilihat pada mesin
CNC atau mesin bubut yang mengikis / membentuk logam sampai ke bentuk yang
diinginkan. 3D printer memungkinkan kita menghasilkan bentuk yang kompleks
dengan menggunakan lebih sedikit bahan daripada metode pembuatan tradisional
seperti di atas.
Proses 3D printing
dimulai dengan model 3D. Kita dapat mengcreatenya sendiri atau mengunduhnya
dari Internet (contoh: BIM object).
Saat membuatnya sendiri, kita dapat memilih untuk menggunakan scanner 3D,
aplikasi, perangkat scan atau dapat menggunakan software desain 3D (Salah
satunya BIM platform yang kita
gunakan).
Perkembangan 3D
printing ini ternyata juga dimanfaatkan dalam sektor konstruksi terutama
dalam pemanfaatan teknologi BIM.
Seperti kita lihat diagram di atas, ini adalah salah satu contoh aplikasi dan implementasi serta manfaat penggunaan teknologi 3D printer untuk proses BIM. Bahkan tidak hanya koordinasi, tapi prinsip 3D printer sudah dapat digunakan untuk mewujudkan desain menjadi bentuk nyata sebagaimana diagram di bawah.
Juga sudah ada project prototype yang menggunakan printer 3D ini dari Proses BIM menjadi bentuk bangunan real. Yaitu Rumah Tinggal yang dibuat di Belanda atas prakarsa Universitas Teknologi Eindhoven dengan project Milestone. Project Yayasan Dubai Masa Depan, juga membuat kantor dengan menggunakan sistem pracetak menggunakan printer 3D, berlokasi di Dubai.
Pada tahun 2017, ApisCor melakukan pekerjaan 3D printing keseluruhan bagian rumah tepat di site, di Rusia. Terbaru, ApisCor juga melakukan terobosan dan memecahkan rekor di Dubai dengan membangun bangunan dengan tinggi dinding lebih dari 9,5 meter dengan menggunakan 3D printer on-site. Dubai juga mendeklarasikan bahwa lebih dari 20% bangunan mereka akan dibangun dengan teknologi ini.
Pada tahun 2019, 3D
Printhuset memproduksi rumah di eropa pertama kalinya di Eropa dan Denmark,
langsung di site di Kota Copenhagen (The BOD), menggunakan beton dan 3D printer
dengan lengan robot.
Lebih jauh lagi, pada
tahun 2017, Royal BAM group dan Peneliti dari TU Eindhoven, untuk pertama kalinya
di dunia, memasang jembatan yang dibuat menggunakan 3D printer di Belanda.
Sumber :
"PRINTER DAN SEJARAH PERKEMBANGANYA". terralinggau.blogspot.com . 22 September 2017. http://terralinggau.blogspot.com/2017/09/printer-dan-sejarah-perkembanganya_22/
Dirangkum
oleh :
Ayu Pipin Ariska - 18311375
Link
:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar